Cari Blog Ini

Minggu, 10 Mei 2015

87/365-Indonesia Penuh Kemuliaan Allah


Penuh kemuliaan Allah 》Indonesia seperti yang dikehendaki akan Allah (takut akan Allah, beribadah kepada Allah, cara hidup yang benar di hadapan Allah)

Nehemia 1:1-11
Nehemia adalah seseorang yang dipilih oleh raja (seorang anak bangsa Israel). Dia lahir, tumbuh dan besar di bangsa Persia. Di kerajaan persia, dia adalah seoarang juru minum raja (orang kepercayaan raja).
Walaupun Nehemia memilki kesempatan untuk membunuh raja, namun dia tidak melakukan itu, justru dia melayani raja dengan sangat baik.
Disaat masa-masa dia tidak bekerja, salah seorang saudaranya, Hanani datang. Lalu, Nehemia menanyakan bagaimana keadaan orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem. Mereka menjawab bahwa orang-orang disana tercela, tembok Yerusalem terbongkar dan pintu-pintunya terbakar.

Apa yang Nehemia lakukan?
Ayat 4, Nehemia menangis, berkabung, berdoa dan berpuasa.

  1. Nehemia memuji Allah
              Allah yang seperti apa yang Allah puji? Allah yang maha besar, Allah yang maha dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan setiaNya.
             Seringkali kita berdoa, namum tidak terjadi sesuatu. Seharusnya doa . yang menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu, doa yang menggerakkan kita untuk melakukan hal-hal yang Tuhan kehendaki.
             Namun mengapa tidak terjadi sesuatu?
Masalahnya adalah karena kita terlalu sering berdoa dengan memusatkan hati dan pikiran kita bukan kepada Tuhan, tetapi kepada masalahnya. Inilah yang perlu diubahkan.
            Marilah belajar berdoa dari hati dan pikiran kita yang benar-benar dalam Roh Kudus dan tulus kepada Tuhan. Mari kita berdoa untuk negara kita ini, sama seperti Nehemia yang doanya berpusat kepada Allah.
  2. Nehemia mengakui dosa
            Bukan hanya dosa dirinya sendiri, tetapi Nehemia ikut mendoakan dosa orang lain, dosa nenek moyangnya, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Akuilah dosa-dosamu dengan tulus dan meminta maaf, meminta ampun dari Tuhan. Biar
           Tuhan yang pulihkan negara kita ini.
  3. Nehemia mengingat janji Allah kepada Musa.
           Dasar Nehemia untuk meminta kepada Tuhan adalah Firman. Penting sekali kita berdoa, bersekutu, beribadah, baca Firman. Firman itu yang menjadi dasar kita meminta dan berharap. Nehemia mengingat Firman Allah yang disampaikan kepada Musa.
           Ingat kembali Firman Allah yang telah menjanjikan damai sejahtera dan pemulihan bagi anak-anakNya yang berseru kepadaNya. Mari berseru kepada Tuhan, karena Tuhan telah berjanji akan memulihkan Indonesia.
  4. Nehemia mengingat karya tangan Tuhan yang kuat
       dan besar
           Ingatlah kembali karya-karya Tuhan yang luar biasa dalam hidupmu, hidup setiap orang, seperti karya penyelamatan yang telah Tuhan Yesus lakukan di kayu salib.
  5. Nehemia meminta dengan sangat
          Sama seperti Nehemia, marilah kita benar-benar bergumul dengan Tuhan untuk bangsa kita ini, bangsa Indonesia. Berdoa itu aktif jangan pasif. Doa seharusnya melakukan doing, bukan do nothing, berserah bukan berarti tidak berjuang, namun di dalam berserah itu telah ada sebuah perjuang keras mati-matian.

        Bergumullah dengan Tuhan dan nantikanlah kuasa Tuhan yang luar biasa, dimana hal-hal yang kamu doakan, yang kamu gumulkan Tuhan jawab, dan kamu akan semakin terheran-heran dan kagum akan Tuhan yang dahsyat.
        Tuhan selalu dengar doa kita dan Tuhan selalu jawab, Tuhan kabulkan di waktu yang tepat. Sebelum Kristus datang untuk yang kedua kalinya. Itu berarti bahwa Kristus masih memberikan waktu untuk berbalik kepada Tuhan. Untuk membawa lebih banyak jiwa-jiwa kembali kepada Bapa. Jangan pernah berhenti berharap dan bermimpi pemulihan bagi bangsa kita ini, bangsa Indonesia.

        Apakah kondisi doa dan puasamu masih hanya kepada dirimu sendiri? Allah menginginkan kita untuk mengasihi bangsa kita, untuk mendoakan negara kita, untuk berusaha mensejahterakan tempat dimana kita Tuhan tempatkan, di Indonesia.

Tuhan Yesus memberkati..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar